[Chapter1] The Love Composer

Author : Clau

Main cast : Byun Hyemi & Kris

Support cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, and the other EXO member

Genre : Brotherhood, Comedy, Romance, Friendship

Rating : PG-15

Anyeong EXOtics~ aku author baru di sini ^^ bisa dibilang ini ff exo pertamaku…

selamat baca :D mian kalo ffnya jelek dan gak nyambung -__- kalo banyak komen ntar aku lanjutin partnya ;)

Selamat baca~~

Don’t be silent reader, ok? comment, no bash, no copy!

 

Hyemi POV

 

Inilah aku. Byun Hyemi. Aku terlahir kembar. Aku dan kembaranku –Byun Baekhyun- bisa dibilang hidup saling berketergantungan. Kedua orangtua kami sibuk bekerja. Biasanya, Baekhyun selalu memasak dan mengurus rumah. Sedangkan aku, sibuk dengan latihan-latihan rutin orkestra sekolah yang hampir tak bisa kuhindari. Aku dan Baekhyun memang hidup dengan kesibukan masing-masing, ia dengan latihan panahan dan aku dengan latihan biola. Kami hampir tak pernah bertemu bahkan berbicara, hanya ada saat waktu makan malam. Itu pun hanya berkisar beberapa belas menit.

Sudah sebulan sejak Baekhyun masuk rumah sakit. Ia mengalami kelainan pada paru-parunya dari lahir sehingga suka terjadi kejadian-kejadian tak terduga. Terkadang ia bisa saja tidak bernafas selama beberapa detik karena memang susah untuk melakukannya. Singkat cerita, ia mengalami sesak nafas akut karena ia bersikeras tak mau diobati.

-

“baekhyun-ah! Baekhyun-ah! Ini aku hyemi! Baekhyun-ah!”

Saat-saat paling mengerikan dalam hidupku terjadi. Saat sedang latihan panahan, baekhyun tiba-tiba terjatuh dan tak ada nafas mengalir dari hidungnya. Sontak saja semua kaget dan membawanya segera ke rumah sakit terdekat. Aku rasa yang kali ini adalah yang paling parah.

“apa ia pernah terlibat kecelakaan hebat dulu? Paru-parunya terlihat tidak normal.” Ucap seorang dokter yang keluar dari ruang dimana baekhyun dibawa.

“aniyo. Ia memang lahir dengan paru-paru seperti itu. Kami dulu lahir tidak sesuai dengan waktunya, lebih awal. Jadi, kata dokter semua organ belum tersusun utuh saat itu.”

“begitu ya. Baiklah, saya rasa paru-parunya masih bisa bekerja tetapi tak sestabil paru-paru biasa. Jadi, saya tekankan agar jangan biarkan ia melakukan pekerjaan-pekerjaan berat.”

“baiklah, dokter. Gamsahabnida.”

Aku masuk ke kamar rumah sakitnya. Ia masih terbaring lemah di atas tempat tidur. Saat inilah aku bisa menghabiskan waktu bersama Baekhyun. Tak mungkin aku tinggal sendiri.

“eum…”

“ah! Baekhyun-ah!”

“hyemi?” gumamnya lemah dengan mata sedikit terbuka mencoba untuk membuka keseluruhannya.

“gimana? Udah enakan?”

“ne. gwenchana. Kau tak perlu mencemaskanku.” Ucapnya sambil tersenyum lemah.

Aku jadi merasa bersalah. Kenapa tidak aku saja yang mendapat paru-paru itu? Kenapa harus Baekhyun? Ia masih bertanggung jawab untuk ikut lomba panahan setiap tahun. Pekerjaan itu berat, kenapa tidak aku saja?? Toh bermain biola tak seberat memanah kan??

“hyemi-ah.”

“ne?”

“kau mau membantuku?”

“apa? Sebutkan saja. Aku pasti membantumu.”

“tapi aku merasa tak enak. Aku rasa itu bisa jadi beban buatmu.”

“bantu apa? Kalau memang aku bisa kenapa tidak?” kataku.

“bantu aku…”

-

“baekhyun! Baekhyun!” panggil Chanyeol.

“ah! Ne?”

“kau sudah sembuh????”

“ne. tentu saja. Kalau tidak kenapa aku ada di sini?”

“uwaaaah, baekhyun-ah!!! Hiks, aku nangis terus mengingat kejadian waktu kau pingsan TT^TT aku kira kau sudah mati. huaaaaa”

“aigo… apa-apaan orang ini? Apa ia memang begini? Kenapa musti dipeluk segala??!” gumam Hyemi dalam hati.

-flashback-

“mwo??”

“tuh kan. Pasti kau kaget.”

“maksudmu aku harus menjadi namja dan menyamar jadi dirimu? Lalu panahannya?? Aku tak pernah melakukannya.”

“makany—“

“baiklah kalau itu akan membantumu! Aku akan membantu! Aku akan belajar, tenang saja! :D”

“kau yakin??”

“ne!”

“kalau tak sanggup berhenti saja ya. Masalahnya itu sekolah namja. Agak berbeda ^^;;;”

“tenang saja. Aku akan membantumu untuk memenangkan lomba panahan itu. Percayakan padaku.”

“gomawo. Jeongmal gomawoyo.”

“ne~”

-

“yaah, ini sekolah namja. Wajar saja. Toh mereka tak ada objek untuk genit-genitan. Sehingga,…. Mereka genit-genitan sesama???? Hiiiiiiiii!! Kok bisa baekhyun tahan di sini? Tak mungkin ia ikut-ikutan kan? Ayolah hyemi! Positif thinking!” seru Hyemi dalam hati.

“hah? Baekhyun-ah! Kau mau kemana??” tanya Chanyeol saat mereka sudah sampai di kelas.

“oh! Ini kelasku ya?”

“kau lupa? ._.“

“aaah, iya. Sepertinya begitu. Sudah lama kan aku tidak ke sini. Mungkin efek obat juga. Makanya jadi lupa.”

“oooh, begitu ya.” <- tampang innocent

“aigo! Dia percaya? -_-“

Sret

“ah! Baekhyun-ah!”

“uwaa, baekhyun!”

“kau sudah sembuh??”

“benaran ini kau???”

“ne! tentu saja! Aku sudah sehat.” Kata Hyemi dengan semangat.

“aigoo, baekhyun pasti sangat dekat dengan teman-temannya sampai-sampai mereka khawatir.” Gumam Hyemi.

“mwo? Kau bilang apa?” tanya Chanyeol.

“mwo?! Ah aniyo. Gwenchana.” Ucap Hyemi panik. “tempat dudukku di mana? ._.”

“di sini~” seru Chanyeol menunjuk bangku di depannya. -_-“

“oh! Kris-sama!!!” teriak Chanyeol -_-“

“dia lagi yang berulah. Bisa-bisa telingaku budek kalo dekat-dekat dia terus nih. Kris-sama???” gumam Hyemi lalu ia melihat ke arah pintu di mana ada seseorang yang disebut Kris-sama…

“mwo…”

“uwaaah, Kris!!”

“berhenti memanggilku dengan sebutan itu -___-* “ Kris mengelak ketika Chanyeol hendak menepuk pundaknya.

Hyemi terus memandangnya. Memandang Kris. Diwajahnya seperti tertulis “ia pangeran dari mana??”

Menyadarinya, Kris berusaha clingak-clinguk ke arah Hyemi yang terlihat sangat takjub melihat dirinya. Sampai akhirnya hyemi tersadar karena Chanyeol.

“mwo! Aigo! Geli!!!” teriak Hyemi a.k.a Baekhyun. Memang dasar si Chanyeol, telinga Hyemi ia tiupi dengan angin dari mulutnya -___________-

“makanya jangan ngelamun lagi. Nanti aku tiup lagi. Ahahahah”

“hu-uh.” Hyemi mencibirkan bibirnya.

 

Kris POV

 

“hu-uh.”

Ada yang aneh.

-sepulang sekolah-

“baekhyun-ah! Ayo pulang!” teriak Chanyeol.

“musti teriak-teriak ya??? Oke! Aku teriak juga!!! Ayo pulang Chanyeol-ssi!!!” orang dengan nama Baekhyun(?) balas teriak. “budek kan? Sakit kan???!! Sama kaya aku!”

“gak tuh. Kalo ngomong harus lebih lantang dong Baekhyun. Ntar kalo pelan-pelan kaya yeoja!”

“hmeeh, percuma ngomong sama orang ini. Udah gak bersihin telinga sepuluh abad kali nih orang -____-“ keluh Baekhyun lalu ia memandangku?

“ah, Kris-sama? Gak pulang?” tanya Baekhyun.

“mwo? Kau juga? Jangan panggil dengan sebutan itu!”

“ah!! Mianhae. Aku tak tau. Kukira memang begitu.”

Ini pasti gara-gara Chanyeol. Heh!?

Chanyeol -> tampang innocent (lagi)

“haaaaah.”

“hmp! Bau!” ejek Chanyeol kepada Baekhyun

“mwo?? Ya!!”

Apa ini hanya perasaanku saja? Sepertinya ada yang gak beres di sini…

To be continued

About claucelau

Always & Only Love Allah swt. ^^ SHINee and EXO Fanfiction~ follow my twitter : @claucelau enjoyed~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s